Filter Bubble

Hello hai semuanya :) berjumpa lagi dengan tulisan saya, kali ini akan membahas tentang filter bubble. oke, langsung saja ya..

Filter Bubble ???

  
https://www.sticky.digital/danger-of-living-in-a-filter-bubble/

Filter Bubble adalah suatu istilah yang diciptakan oleh aktivis internet Eli Pariser pada tahun 2011 yang mengemukakan keadaan seseorang akan terisolasi secara intelektual, karena efek algoritma dari media sosial. Keadaan ini terjadi karena hasil penelusuran dari individu di dunia maya yang menciptakan personalisasi algoritma, sehingga akan menampilkan secara selektif dan menebak informasi apa yang ingin dilihat pengguna berdasarkan informasi kebiasaan tersebut.

Algoritma mesin pencari dan media sosial ini hanya akan menampilkan informasi yang cenderung disukai pengguna atau dengan kata lain mereka menciptakan situasi di mana pengguna semakin mendapatkan informasi yang menegaskan keyakinan mereka sebelumnya. Hal ini yang membuat pengguna menolak ideologi atau kebenaran lainnya karena pengguna tidak akan melihat sudut pandang berbeda dari suatu hal. Hal itu tentu berpengaruh pada pendapat seseorang karena diberi informasi yang sama terus-menerus, dan berkemungkinan dapat mematikan daya kritis dari penggunanya.

Namun, algoritma tersebut tak dibuat untuk bisa membedakan apakah konten yang akan ditampilkan atau direkomendasikan merupakan fakta atau bukan. Karena itu, hampir atau bahkan mungkin pengguna hanya akan melihat konten yang sesuai dengan ketertarikannya meskipun hal itu palsu. 

Menghadapi situasi seperti ini, Cass Sunstein dalam bukunya Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media (2018) mencatat perlunya tiga prakondisi yang patut dijaga agar demokrasi tetap tegak berdiri di tengah maraknya praktik manipulasi penggunaan media sosial :


Pertama, perlunya menjaga paparan informasi, pandangan, dan posisi yang berbeda-beda dalam ruang media sosial. Karena sistem demokrasi yang sehat sejatinya mempersyaratkan adanya ruang perbedaan pendapat. 

Kedua, perlunya menjaga pemahaman atas pengalaman hidup bersama yang sejatinya dimiliki para pengguna media sosial. 


Ketiga, perlunya mengembangkan kecakapan dan literasi digital dalam menggunakan media sosial.




Referensi :
1. Wening, Andhika Anggoro. 2018. "Spektrum : Efek Filter Bubble". Diakses pada tanggal 15 Juni 2019 pukul 20.41 WIB. https://sumatra.bisnis.com/read/20181210/432/867710/spektrum-efek-filter-bubble

2. Juniarto, Damar. 2017. "Agar Demokrasi Digital Kita Tak Salah Langkah". Diakses pada tanggal 15 Juni 2019 pukul 14.00 WIB. https://kumparan.com/damar-juniarto/me


3. Hidayat, Medhy Aginta. 2019. "Menghadang Medsoskrasi". Diakses pada 15 Juni 2019 pukul 20.15 WIB. https://mediaindonesia.com/read/detail/213948-mengadang-medsoskrasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Robo-Journalism dalam Dunia Jurnalistik